10 Jenis Hewan – Hewan Yang Sudah Terancam Punah

KucingdanAnjing – Saat ini beberapa spesies hewan di seluruh dunia yan semakin langka dan semakin terancam punah eksistensinya. Ada beberapa faktor penyebab hewan terancam punah tak lepas dari aktivitas manusia mulai dari pemburuan liar hingga pembakaran hutan. Namun faktor perubahan iklim juga mengancam punahnya eksistensi para hewan langka sebab ekosistemnya berubah karena perubahan iklim yang extreme.

Menurut laporan  Living Planet 2022, populasi satwa liar global telah menurun anjlok hingga 69% sejak tahun 1970. Berdasarkan perhitungan International Union for Conservation of Nature (IUCN), lebih dari 41.000 spesies dinilai terancam punah dan harus dilestarikan agar keberadaannya tetap terjaga.

Adapun beberapa satwa yang terancam punah di antaranya adalah :

  1. Gorila Pegunungan 

Gorila gunung adalah subspesies gorila timur, yang hidup dalam dua populasi terisolasi di hutan dataran tinggi di daerah vulkanik dan pegunungan di Republik Demokratik Kongo, Rwanda, dan Uganda, dan di Taman Nasional Bwindi di Uganda. Lanskap Virunga memiliki sejarah ketidakstabilan politik serta tingkat kemiskinan yang tinggi. Hal ini menjadi ancaman besar bagi jumlah gorila gunung karena manusia telah pindah ke daerah yang lebih dekat dengan kera besar ini untuk mendapatkan makanan, dan tempat tinggal. Kini lebih dari 500.000 jiwa tinggal di dekat habitat sataa itu. Meskipun demikian, pemulihan habitat memasuki tahap menjanjikan dengan upaya konservasi dan intervensi dari mitra lokal dan internasional serta WWF melalui program konservasi. Saat ini, gorila gunung terdaftar sebagai spesies yang terancam punah, dengan jumlah individu di alam liar hanya sekitar 1.000 ekor. Namun, masih ada beberapa ancaman yang dapat menghambat kemajuan pemulihan spesies ini.

  1. Trenggiling  

    Trenggiling adalah salah satu hewan mamalia yang dapat dijumpai di Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Malaysia. Di Indonesia sendiri, hewan dengan nama latin Manis javanica ini biasa ditemukan di area Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Ciri khas trenggiling adalah memiliki sisik berbentuk runcing di sekujur tubuhnya yang dapat turut bergerak. Sisik tersebut menutup tubuh Trenggiling dari ujung nostril hingga ujung ekor. Sisik mamalia tersebut memiliki warna cokelat kekuningan, sedangkan bagian bawah tubuhnya tertutup rambut berwarna putih kecokelatan dan kulit berwarna abu-abu kebiruan. Tubuh trenggiling dewasa memiliki panjang sekitar 79-88 cm dengan bobot 8-10 kg. Trenggiling memiliki kepala kecil yang runcing, mata kecil, mulut tanpa gigi, lidah kecil sepanjang 25 cm. Lidah panjang tersebut ia gunakan untuk menyantap semut, rayap, atau larva serangga. Dalam 21 tahun terakhir, populasi trenggiling turun 80 persen.

  2. Badak Jawa

Badak Jawa yang populasinya mengalami penurunan yang drastis akibat perburuan dan hilangnya habitat. Jumlah populasi Badak Jawa hanya sekitar 75 ekor yang hanya ditemukan di Pulau Jawa, Indonesia. Spesies yang hampir punah ini dilindungi di Taman Nasional Ujung Kulon, yang merupakan Situs Warisan Dunia, sebagai tempat perlindungan terakhir Badak Jawa. Tapi sayangnya, situs itu mengalami serangan pohon palem Arenga, sehingga jumlah makanan dan luas habitatnya semakin mengecil. Selain kedua faktor itu, badak Jawa juga terancam punah akibat bencana alam, penyakit, perburuan liar, dan perkawinan sedarah.

  1. Rusa Bawean  

    Dikenal sebagai pelari ulung, rusa bawean merupakan salah satu jenis yang hanya hidup di kawasan Laut Jawa. Hewan dengan nama latin Axis kuhlii ini merupakan satwa endemik Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Rusa bawean biasanya aktif di sore hingga malam hari, sekitar pukul 17.00 sampai 21.00 WIB. Rusa bawean dewasa memiliki tinggi sekitar 65 cm dan panjang tubuh mencapai 140 cm. Rusa ini memiliki rambut pendek dengan tekstur halus berwarna kuning atau cokelat. Karena tidak menyukai kehadiran manusia, rusa bawean biasanya menghabiskan waktunya di hutan atau lereng curam. Saat ini, hanya tersisa sekitar 300-an rusa bawean.

  2. Orangutan Kalimantan

Orangutan Kalimantan adalah salah satu hewan endemik yang terbesar di area Kalimantan (Indonesia), Sabah, dan Serawak (Malaysia). Pongo pygmaeus banyak ditemukan di hutan dan lahan gambut dataran rendah (di bawah 500 mdpl). Mereka senang menjelajah area itu karena memiliki banyak tanaman berbuah besar. Secara morfologi, orangutan Kalimantan memiliki rambut panjang dan kusut berwarna merah gelap kecokelatan. Warna wajahnya adalah merah muda, merah, dan hitam. Orangutan Kalimantan dewasa memiliki tinggi 1-1,5 meter dengan bobot sekitar 30-90 kg. Dibandingkan orangutan Sumatera yang juga Kritis, orangutan Kalimantan memiliki tubuh yang lebih besar dan warna rambut yang lebih gelap. Tingkah laku orangutan Kalimantan juga cukup berbeda lantaran kerap bergerak lebih lambat dan sering melakukan aktivitas di tanah. Jumlah keberadaan orangutan Kalimantan terus tergerus dikarenakan kehilangan habitatnya. Dalam satu dekade terakhir, paling tidak terdapat 1,2 juta hektare kawasan hutan di Indonesia yang digunakan sebagai kawasan penebangan berskala besar. Bahkan dalam 20 tahun terakhir, habitat orangutan Kalimantan telah berkurang sekitar 55 persen.

  1. Burung Cendrawasih

Burung Cendrawasih selain menjadi ikon fauna di Indonesia, cendrawasih juga menjadi salah satu hewan langka dan terancam punah di Indonesia. Perburuan liar menjadi salah satu alasan terancam punahnya Burung Cendrawasih.  Dengan habitat yang berfokus pada Pulau Papua, kini jumlahnya sekitar 540 ekor di Indonesia.

  1. Burung Merak

Dengan bulu yang indah dan unik, Burung Merak menjadi salah satu hewan yang terancam punah dan dilindungi di Indonesia. Burung Merak paling banyak dapat ditemui di area Pulau Jawa dan daratan Indonesia bagian Timur. Namun, perburuan liar menjadi penyebab berkurangnya populasi Burung Merak. Kini, tercatat populasi dari Burung Merak hanya tinggal 10 ribu hingga 20 ribu ekor.

  1. Elang Flores

Elang Flores merupakan salah satu hewan yang dilindungi di Indonesia. Dengan habitat yang berada di Indonesia Bagian Timur, Elang Flores memiliki populasi yang sangat sedikit, hanya berkisar pada 100 sampai 240 ekor.

  1. Macan Tutul Amur

Macan Tutul Amur atau Leopard Amul adalah salah satu kucin besar yang paling langka di dunia. Saat ini, populasi macan tutul amur tersisa 100 ekor yang hidup di alam liar di timur Rusia dan Tiongkok. Macan tutul Amur yang tersisa menghadapi berbagai macam ancaman terhadap keberlanjutan hidup mereka, mulai dari hilangnya habitat, perburuan liar, pembangunan struktur jalan raya dan masih banyak lainnya. Meski demikian, hewan ini memiliki harapan hidup yang sangat besar meski banyak macan tutul Amur yang hidup di luar kawasan lindung setempat.

  1. Lumba-Lumba Tanpa Sirip Yangtze

Yangtze Finless Porpoise atau lumba-lumba tanpa sirip Yangtze adalah spesies yang cukup unik dari keluarga lumba-lumba air tawar. Mamalia yang satu ini hidup di Sungai Yangtze di Tiongkok dan terdaftar sebagai salah satu hewan yang hampir punah. Sungai Yangtze berperan penting dalam kegiatan ekosistem spesies ini. Tapi sayangnya, masih banyak penangkapan ikan berlebihan yang berdampak buruk pada spesies hewan yang tinggal di sungai itu, termasuk Yangtze Finless Porpoise. Di zaman dulu, lumba-lumba sungai Yangtze hidup berdampingan dengan lumba-lumba tak bersirip. Tapi selama dua dekade terakhir masih belum ditemukan penampakan lumba-lumba air tawar dan lumba-lumba tak bersirip di sungai ini. Untuk melindungi keberadaannya, Tiongkok telah meningkatkan status lumba-lumba tak bersirip menjadi ‘spesies dilindungi tingkat pertama’ di tahun 2021. Berdasarkan catatan laporan tahun 2018, spesies ini masih ada sekitar 1.000 ekor yang hidup di Sungai Yangtze.

 

 

Leave a Comment