Cara Merawat Kucing Kampung Gak Susah, Kok!

Cara Merawat Kucing Kampung Gak Susah Kok

Kucing menjadi binatang peliharaan yang banyak dipilih saat ini. Selain memang mudah beradaptasi dengan manusia, tingkahnya yang lucu membuat siapapun pasti gemas melihatnya. Lagi pula ada banyak ras kucing yang bisa kamu pilih. Nah, bagi kamu yang tidak memiliki budget tinggi untuk memelihara ras kucing luar, seperti persia atau anggora, kamu bisa memilih kucing kampung atau kucing lokal. Lagi pula, kucing lokal juga gak kalah lucunya.

Lantas bagaimana cara merawat kucing kampung? Seperti diketahui setiap ras memiliki cara perawatan yang berbeda. Tak perlu khawatir, untuk kucing kampung sendiri perawatannya lebih mudah dibandingkan ras kucing anggora atau persia yang harus menjaga bulunya. Nah, berikut ini beberapa cara merawat kucing kampung.

Kenali kebutuhan dan asupan gizinya

Perlu diketahui bahwa kebutuhan gizi anak kucing dua kali lebih besar dibandingkan kucing dewasa. Tetapi, tak melulu kamu memberinya makan terus. Bagi kamu yang mengadopsi anak kucing kampung, pastikan udah yang terpisah dengan induknya. Setelah itu, kamu bisa memberikan makan secara rutin 4 kali per hari. Pastikan juga bahwa makanan tersebut mengandung banyak vitamin dan nutrisi yang baik buat si meong.

Sempatkan waktu bermain dan pergi keluar

Sama seperti manusia, kucing juga bisa merasa bosan jika terus berada di rumah. Cara merawat kucing kampung pun juga termasuk dengan mengajaknya bermain. Tidak hanya membuat tubuh kucing aktif, tetapi juga jiwanya menjadi senang. Beli saja, mainan kucing atau segala benda sederhana bisa menjadi mainan buat si kucing.

Berbeda dengan kucing ras luar, kucing lokal bisa kamu lepas agar bisa menjelajah lingkungan sekitar dan tidak bosan di rumah. Lagi pula, tidak ada yang mengambilnya. Kucing juga akan pulang dengan sendirinya saat lapar atau bosan.

Ajarkan kebiasaan sehari – hari

Kebanyakan setelah berusia satu bulan, induk kucing akan membiarkan anak kucing untuk mandiri, mulai dari membersihkan diri sendiri, pipis hingga buang kotoran. Jadi kalau tidak diajarkan dengan baik dan benar, kucing akan buang kotoran sembarangan.

Maka dari itu, sedari masih anak kucing, ajarkan kebiasaan baik untuk kucing. Kamu bisa menyediakan litter box untuk tempat buang kotoran kucing. Jika perlu, kamu bisa mengajarkan anak kucing untuk buang kotoran di toilet. Namun begitu, juga harus sabar dan dilakukan berulang sampai kucing tahu dan pergi dengan sendirinya.

Bersikap tegas akan perilaku buruknya

Tidak ada manusia saja, kucing juga bisa bad mood. Tak heran, terkadang kucing bisa mencakar hingga menggigit tangan secara tiba – tiba. Apabila hal tersebut terjadi, pastikan bahwa kamu bersikap tegas dengan si meong. Caranya dengan menyebut kata “jangan” kemudian mengelus kepalanya. Apabila dilakukan berulang, maka kucing akan lama – lama mengerti. Memang cara merawat kucing kampung itu butuh kesabaran.

Jaga kebersihan dan kesehatan tubuhnya

Walaupun kucing lokal, kamu juga harus rajin membersihkan gigi, kuku dan telinga kucing. Tempat tersebut merupakan tempat yang cukup rentan akan bakteri dan kuman. Tentu saja, kalau dibiarkan kotor akan membuat kucing terjangkit infeksi dan penyakit.

Setidaknya mandikan kucing 1 minggu sekali. Tidak hanya itu saja, rutin juga berikan obat cacing pada kucing setiap 3 bulan sekali. Walaupun kucing lokal, kamu juga bisa memberikan vaksin rabies setahun sekali.

Cara merawat kucing kampung memang mudah, tetapi dibutuhkan tanggung jawab besar. Tidak hanya mengenali kebutuhannya, kamu juga harus siap – siap repot kapanpun.