Penting! Bahaya Memelihara Kucing

Penting Bahaya Memelihara Kucing

Apa saja bahaya memelihara kucing? Kucing menjadi salah satu binatang peliharaan yang paling banyak diminati. Selain karena wajahnya yang lucu dan tingkah manjanya, kucing juga bisa dijadikan sahabat di rumah layaknya seekor anjing. Kucing sendiri memiliki banyak jenis, mulai dari kucing lokan Indonesia atau sering disebut kucing kampung, kucing ras angora, persia, maincone, Himalayan, American short hair, rusian blue, Siamese, Norwegian forest dan masih banyak lagi.

Perawatan untuk menjaga masing-masing jenis kucing tersebut juga berbeda-beda. Jika tidak tepat dalam perawatannya, maka kucing justru dapat mengantarkan penyakit bagi Anda pemiliknya. Berbagai bahaya mengintai Anda jika tidak melakukan perawatan terhadap kucing yang Anda pelihara. Apa saja bahaya jika Anda memelihara kucing? Berikut kita simak penjelasan bahaya yang mengintai Anda jika memelihara kucing, di bawah ini.

1. Asma

Penyakit asma atau penyakit lain yang berhubungan dengan sistem pernafasan menjadi hal pertama yang dapat membahayakan kesehatan Anda. Gagal napas pada penyakit asma juga sangat membahayakan, karena dapat menyebabkan kematian. Hal ini dikarenakan penderita menghirup bulu kucing yang rontok, dimana bulu tersebut mengandung virus dan bakteri.

2. Toksoplasma

Parasit toksoplasma gondi menjadi salah satu penyebab kemandulan hingga cacat janin bagi wanita yang sedang hamil. Selain menjadi penyakit yang menakutkan bagi wanita, ternyata penyakit ini juga dapat menyebabkan kerusakan pada bagian organ reproduksi. Meskipun penyebaran toksoplasma berasal dari banyak factor, namun kucing memiliki persentase besar sebagai penular penyakit ini.

3. Radang Paru-paru

Radang paru masih memiliki hubungan dengan toksoplasma, parasite toksoplasma yang menjalar ke paru-paru dapat menyebabkan infeksi, radang hingga iritasi. Saat paru-paru terinfeksi maka oksigen yang akan diserap paru-paru menjadi terhambat dan menyebabkan penderitanya menjadi sulit bernapas dan dapat berujung kematian.

4. Pembesaran Liver / Pembesaran Hati

Hati atau liver menjadi organ penting dalam sistem metabolisme, bahkan menjadi pusat sistem metabolisme yang paling aktif dalam tubuh manusia. Dan lagi-lagi parasit dari tokso yang menyerang ke organ hari akan menyebabkan kerusakan jaringan hingga berpengarung dalam kinerja serta kemampuan hati dalam menguraikan hemoglobin yang memiliki tugas menyaring racun dan darah dalam tubuh kita.

Jika hal ini berlanjut, maka bisa menyebabkan hati atau liver Anda menjadi bengkak dan mengalami kerusakan. Memelihara kucing ini juga dapat berbahaya bagi penderita penyakit kuning, karena rentan pada kesehatan dan akan berujung kematian.

5. Ringworm

Ringworm atau penyakit kurap merupakan salah satu jenis penyakit kulit yang disebabkan oleh kucing dan menjadi salah satu bahaya memelihara kucing. Kucing yang membawa penyakit ringworm kulitnya menjadi berjamur dan bulunya akan rontok. Dan jika Anda tertular, maka dapat menyebabkan rasa gatal disertai panas dan pedih yang akan menyebabkan kemerahan pada kulit dengan bentuk melingkar seperti ring. Inilah mengapa penyakit tersebut disebut dengan ringworm.

Pada beberapa kucing, hal ini disebabkan oleh telur cacing yang kemudian menginfeksi kulit. Bahaya dari penyakit ringworm ini bida terjadi jika Anda tidak menjaga kebersihan kucing serta kandangnya. Sehingga perawatan menjadi penting saat memutuskan memelihara kucing di rumah.

6. Rabies

Kucing sama seperti anjing yakni dapat menularkan penyakit rabies pada manusia. Rabies ini disebabkan oleh virus bernama lissaviruses yang bisa ditularkan kucing melalui air liur dan cakarannya.

7. Penyakit Cakar Kucing

Penyakit selanjutnya adalah penyakit cakar kucing yang disebabkan oleh bakteri bernama Bartonella Henselar yang ditularkan kucing melalui gigitan dan cakaran. Gejala yang ditimbulkan setelah tertular bakteri ini adalah munculnya benjolan selama 10 hari disertai dengan pusing, demam, mual hingga muntah dan terjadi radang. Penting bagi Anda untuk mencuci tangan setelah menggendong atau mengelus kucing, agar tidak ada penularan bakteri atau virus.

8. Alergi

Bulu rontok yang bertaburan di sekitar manusia, seperti di sofa, lantai, kasur atau tempat tidur dapat membahayakan kesehatan Anda. Bulu yang terhirup mampu menimbulkan reaksi alergi. Gejala dari alergi tersebut bermacam-macam bisa batuk, bersin, sesak napas, mata berair hingga gatal-gatal. Waspadai berbagai bahaya memelihara kucing di atas.